loading...

Mendagri Sebut Kebijakan Seragam Baru PNS dalam Rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Aturan Mendagri terkait perubahan seragam dinas PNS memang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Selain dinilai pemborosan, adanya aturan seragam PNS dari pusat dianggap bakal menghilangkan hasil karya budaya daerah tertentu. Sementara menurut Mendagri, adanya Kebijakan Seragam Baru PNS ini agar dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Sebelumnya dikabarkan Pakaian Seragam Dinas PNS yang Baru Dibiayai Uang Negara.

Mendagri Tjahjo Kumolo kembali menegaskan soal imbuannya terkait dengan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia katakan bahwa soal seragam itu tidak kaku harus hitam putih setiap hari Rabu. Masing-masing gubernur boleh membuat kebijakan tersendiri.

Dikatakan, Senin dan Selasa PNS mengenakan seragam warga khaki, Rabu, Kamis, dan Jumat boleh mengenakan seragam dari kain menurut kekhasan masing-masing daerah. Yang terpenting, kata Tjahjo, dalam satu provinsi seragam seluruh PNS-nya sama untuk hari-hari tertentu.
Baca juga Ini Tanggapan Wapres Jusuf Kalla Terkait Aturan Baru Pakaian Seragam Dinas PNS
Sedang seragam hijau khusus untuk acara-acara Satpol PP. “Satu provinsi yang penting seragam. NTT misalnya, boleh pakai kain tenun. Bali pakai model ikat kepala, boleh,” ujar Tjahjo usai menghadiri Upacara HUT Pemadam Kebakaran ke-97 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Selasa (1/3) pagi.

Kebijakan Seragam Baru PNS dalam Rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Tjahjo mengatakan, tujuan dari kebijakannya ini juga dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. “Yang penting beli di masyarakat. Jangan belinya di industri yang mesin (kain produksi pabrik besar, red). Hal ini agar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat," ujar Tjahjo.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/03/01/360548/Mendagri-Minta-Seragam-PNS-Dibeli-di-Industri-Kecil-
Mendagri Sebut Kebijakan Seragam Baru PNS dalam Rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
MENDAGRI TJAHJO KUMOLO
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+