Inilah Tujuan Diterbitkannya 2 Buku Rapor Siswa Menurut Mendikbud

JAKARTA - Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan berbagai hal seputar kebijakan sekolah lima hari di hadapan Dewan Pertimbangan MUI kemarin (23/8). Dalam acara bertajuk rapat pleno Wantim MUI itu, Muhadjir didampingi Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad, Kepala Balitbang Totok Suprayitno, dan Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman. Acara ini dipimpin langsung Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin
Simak juga : Kemdikbud Siapkan Rapor Baru untuk Penilaian Karakter Siswa

Dengan adanya kontrol dari para guru itu, nantinya siswa akan memiliki dua buku rapor. Pertama adalah rapor untuk hasil belajar akademik selama bersekolah.


Buku rapor kedua adalah untuk catatan pribadi siswa. Baik itu catatan prilaku, kepemimpinan, sampai catatan ekstra kurikuler maupun kegiatan lain di luar sekolah.

Kedua catatan di dalam buku rapor itu harus dimasukkan ke dalam data pokok pendidikan (dapodik). Sehingga Kemendikbud memiliki rekam jejak pribadi seseorang mulai TK sampai lulus SMA atau SMK.

’’Nantinya perusahaan-perusahaan yang ingin merekrut pegawai, bisa melihat catatan ini. Apakah seseorang pelamar itu pernah jadi pemimpin atau tidak,’’ tuturnya.

Muhadjir mengatakan sampai saat ini formula buku rapot kepribadian siswa itu masih dalam tahap kajian di Kemendikbud. Diharapkan tidak lama lagi rapor catatan kepribadian atau karakter siswa itu bisa diluncurkan. (jpnn,24/8)
Inilah Tujuan Diterbitkannya 2 Buku Rapor Siswa Menurut Mendikbud
Mendikbud
loading...