Kak Seto : Jangan Ada Tindakan yang Melanggar Harga Diri Anak

JAKARTA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai tindakan siswa berinisial MH, terduga penganiaya Achmad Budi Cahyanto, guru honorer SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura memang keji. Baca juga : Kemendikbud Siapkan beasiswa Khusus untuk Anak Almarhum guru Budi, Begini Mekanismenya

Namun bicara soal hukuman, apakah sampai pada tingkat hukuman mati? Pria yang beken disapa dengan panggilan Kak Seto, punya pertimbangan sendiri. Menurut dia, di Indonesia sudah ada UU 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dengan demikian, mereka bagaimanapun juga selain sebagai pelaku keji, tapi juga korban dari lingkungan yang tak kondusif dan menjerumuskan mereka menjadi pelaku-pelaku kekerasan tersebut.

"Bahwa itu (pelaku anak) harus dihukum iya, tapi hukumannya adalah rehabilitasi. Hukuman yang mendidik. Jangan membuat anak akan menjadi pelaku tindakan kriminal yang lebih dahsyat lagi," ujar Seto di kompleks Istana Negara, Jakarta pada Senin (5/2).

Di sisi lain, katanya, penjara untuk anak juga sudah diganti namanya dengan LPK (Lembaga Pendidikan Khusus) sehingga hukuman yang diberikan harus bersifat edukatif, membuat dia insyaf dan tak mengulangi perbuatannya. “Jangan ada tindakan-tindakan yang melanggar harga diri anak," harapnya. Sumber : https://www.jpnn.com/news/kak-seto-siswa-bunuh-guru-itu-memang-keji-tapi
Kak Seto : Jangan Ada Tindakan yang Melanggar Harga Diri Anak
Kak Seto
loading...
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+