PGRI : Tersangka Bisa Diproses Hukum, Meski di Bawah Umur Tindakannya Sudah Menghilangkan Nyawa Orang

INFO GURU -- Aksi HZF, murid SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, yang diduga memukul gurunya, Achmad Budi Cahyanto, hingga meninggal dunia, menuai kecaman dari banyak kalangan. Baca juga : Ini Penjelasan KPAI dan Diknas Jatim Soal Penganiayaan Guru oleh Siswanya Hingga Meninggal

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan Syafii Rusman mengecam tindak kekerasan dalam dunia pendidikan. Terlebih korban kekerasan murid itu merupakan seorang guru. ”Statusnya masih GTT. Sungguh pengabdian yang luar biasa. Tidak menyangka ada murid di Madura yang tega melakukan hal itu pada gurunya sendiri,” ujarnya.

Rusman menambahkan, pihaknya berharap tersangka pemukulan bisa diproses dengan hukum yang berlaku. Meski masih tergolong di bawah umur, namun tindakannya sudah menghilangkan nyawa seseorang. ”Guru yang mengajarinya dengan tulus dibalas dengan pukulan yang mengakibatkan kematian. Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi semua siswa,” paparnya.

Seperti diketahui, seorang guru SMA di Sampang Madura meninggal dunia usai dipukul siswanya. Setelah dipukul korban sempat dibawa ke ruang kepala sekolah. Setelah itu korban pulang lebih awal. Setiba di rumah istrinya di Kecamatan Jrengik, korban menjerit kesakitan di bagian leher. Juga merasakan pusing dan pingsan. Nyawanya tidak tertolong setelah tiba di RSUD Dr Sutomo Surabaya. (jpnn, 4/2)
PGRI : Meski Tergolong di Bawah Umur, Tindakannya Sudah Menghilangkan Nyawa Orang
Tersangka dan Korbannya
loading...
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+