Ganti Menteri, Jadwal Seleksi CPNS Molor Lagi - Ini Penjelasan Kepala BKN

JAKARTA--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Kabinet Kerja dari Asman Abnur ke Syafruddin. Pergantian jabatan ini membuat lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kemungkinan mundur jadwal semula Agustus.

"Butuh waktu ya. Pertama karena pejabat baru, kedua karena Asian Games. Kebetulan karena Pak MenPAN juga Chief de Mission Asian Games. Ini kan dua perhelatan yang sama besarnya. Ini juga perhelatan Indonesia di mata dunia soalnya. Asian Games baru tanggal 2 September selesainya. Jadi beliau mungkin akan sangat fokus ke sana dulu sebagai Chief de Mission. Pak Menterinya juga kan harus paham dulu sebelum ambil keputusan," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana saat ditemui di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Baca juga : Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Daftar Seleksi CPNS Tahun ini
Pembukaan lowongan CPNS 2018 kemungkinan bakal mundur dari jadwal semula Agustus 2018. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana lowongan CPNS mundur karena 2 hal.

Pertama, Menteri PAN-RB baru, Syafruddin, juga mengembang tugas sebagai Chief de Mission Asian Games 2018 dan harus mengawal agenda tersebut sampai selesai 2 September 2018. "Jadi beliau mungkin akan sangat fokus ke sana dulu sebagai chief the mission, baru kita akan fokus. Pak Menterinya juga kan harus paham dulu sebelum ambil keputusan," katanya.

Kedua, Krisis ekonomi yang sedang melanda Turki dan imbasnya dikhawatirkan merembet ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. "Kan kita takut nih Turki kayak gitu, sampai nggak ke kita. Kan ada antisipasinya kan. Jadi kita perlu berhemat juga nih. Kalaupun jadi, angkanya apakah akan tetap segitu atau tidak, nah itu saya nggak tahu. Kan harus dihitung," jelas Bima. (dtk, 16/8)
Ganti Menteri, Jadwal Seleksi CPNS Molor Lagi - Ini Penjelasan Kepala BKN
Kepala BKN
loading...
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+