loading...

Selain Pengangguran, Jokowi Bakal 'Gaji' Karyawan Korban PHK Melalui Kartu Pra-Kerja




Jakarta - Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berwacana memberikan gaji atau insentif honor bagi penduduk usia produktif yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur. Wacana tersebut melalui program Kartu Pra-Kerja. Pemerintah nantinya memberikan pelatihan dan keterampilan kepada lulusan SMP, SMK/SMA, dan Universitas.

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Mukhamad Misbakhun menyebutkan, kartu sakti tersebut juga berlaku kepada masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). "Kartu Pra-Kerja itu adalah program Pak Jokowi sebagai capres 2019-2024. Kalau dikaitkan dengan APBN memang programnya belum ada pada tahun ini, tetapi itu akan menjadi rencana kerja pemerintah untuk tahun 2020 ketika Pak Jokowi memimpin untuk periode kedua," ujar Misbakhun dikutip dari detik.com (13/3).
Baca juga: Rencana Jokowi 'Gaji' Pengangguran Melalui Kartu Sakti Pra-Kerja Jika Terpilih Jadi Presiden Lagi
Misbakhun juga mengatakan program Kartu-Pra Kerja merupakan terobosan Capres Petanaha dalam menekan angka pengangguran. Adapun, Kartu Pra-Kerja adalah program untuk pencari kerja, karyawan yang terkena PHK, ataupun pekerja yang membutuhkan pelatihan.

Menurut Misbakhun, program itu tak melulu soal pemberian uang bagi pencari kerja. Sebab, bentuknya bisa pelatihan vokasi untuk pencari kerja ataupun pegawai yang terkena PHK tapi ingin berwiraswasta.

Dengan pelatihan vokasi, kata Misbakhun, pencari kerja ataupun pekerja bisa meningkatkan keterampilan dan kompetensi. "Pelatihan vokasi ini akan menjadi bekal bagi angkatan kerja untuk meningkatkan keterampilannya, sehingga siap untuk memasuki dunia kerja atau membuka usaha," ujar Misbakhun. (dtk, 13/3)
Selain Pengangguran, Jokowi Bakal 'Gaji' Karyawan Korban PHK Melalui Kartu Pra-Kerja
Kartu Sakti Jokowi
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+