loading...

Tata Cara Lengkap Melaksanakan Sholat Gerhana Berdasarkan Anjuran Kemenag

DUNIA ISLAM--Berdasarkan anjuran yang dikeluarkan Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam sholat gerhana. Berikut penjelasannya,

1. Hukumnya sunnah
Sholat gerhana bersifat sunnah artinya tidak masalah jika muslim berhalangan melakukannya, meski disarankan melakukan ibadah tersebut. Tujuan sholat adalah mengingat kembali kebesaran Allah SWT serta berbagai tanda menjelang hari kiamat. Sholat juga untuk mengingatkan tentang adanya azab dari Allah SWT jika seseorang melakukan dosa.

2. Tanpa azan dan iqamah
Aisyah RA meriwayatkan, Rasulullah SAW memerintahkan sholat dengan menyerukan 'Asshalaatu jaami'ah sesuai Hadist Riwayat (HR) Abu Daud dan Nasa'i. Tidak ada azan dan iqamah karena keduanya hanya untuk sholat wajib lima waktu. Sholat bisa dilaksanakan sendiri atau berjamaah, meski disarankan dilakukan bersama di masjid atau tanah lapang.
Baca juga : Penjelasan BMKG Terkait Potensi Gempa M 8,8 Disertai Tsunami yang Ancam Selatan Pulau Jawa
3. Bacaan dikeraskan dan dipanjangkan
Jamaah pria dan wanita bisa mengikuti ibadah yang kerap disebut sholat khusuf ini. Bacaan sholat disunahkan terdengar keras saat ibadah dilakukan siang dan malam hari. Selain itu, bacaan sebaiknya dipanjangkan meski harus mempertimbangkan kondisi jamaah. Selepas sholat sebaiknya ada khotbah satu kali dan banyak istighfar, dzikir, serta mohon perlindungan pada Allah SWT.

4. Dua rakaat
Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dengan empat kali rukuk dan sujud. Bacaan pada rakaat kedua biasanya lebih pendek dibanding rakaat pertama. Sama seperti yang lain, sholat gerhana diawali niat dan diakhiri salam serta khotbah pada akhir ibadah.
Tata Cara Lengkap Melaksanakan Sholat Gerhana Berdasarkan Anjuran Kemenag
Surat Edaran Sholat Gerhana

Tata cara sholat gerhana dalam 11 tahapan berdasarkan anjuran Kemenag

  1. Niat sholat gerhana
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca doa iftitah yang dilanjutkan Al-Fatihah dan surat lain dengan ayat yang panjang dan suara yang keras
  4. Ruku sambil memanjangkan bacaannya
  5. Bangkit dari ruku (itidal)
  6. Tidak langsung sujud namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat dengan ayat yang lebih pendek
  7. Kembali ruku yang bacaannya tidak sepanjang yang pertama
  8. Itidal
  9. Sujud yang lamanya seperti ruku dilanjutkan duduk di antara dua sujud serta sujud kembali
  10. Bangkit dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua dengan bacaan dan gerakan seperti sebelumnya namun lebih singkat
  11. Salam
Tata Cara Lengkap Melaksanakan Sholat Gerhana Berdasarkan Anjuran Kemenag
Surat Edaran Sholat Gerhana
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+