loading...

Kebijakan Indeks Kejujuran Sekolah Rugikan Siswa, Ini Penyebabnya Menurut FSGI

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengkritisi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tetap menerapkan indeks integritas kejujuran sekolah dalam pelaksanaan ujian nasional (UN). "Sejak tahun lalu kami sudah menolak kebijakan Kemendikbud menerapkan indeks integritas UN (IIUN). Apa yang kami khawatirkan terbuktikan," ujar Sekjen FSGI Retno Listyarti, Selasa (10/5). Baca juga WARNING Ini Hukuman Memotret dan Menyebarluaskan Soal UN


Kebijakan tersebut dinilai merugikan siswa dari sekolah berintegritas rendah lantaran tidak bisa mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).


Retno menyebutkan, parameter penilaian yang tidak diungkap ke publik‎ akan merugikan siswa. Jika salah ukur, ini hanya akan menakut-nakuti sekolah. Siswa yang nilai rapornya bagus akan dirugikan. "Kejujuran diukur dengan pilihan ganda dan hanya satu kali dalam tiga tahun. Itu pun hanya beberapa jam dan mata pelajaran sedikit. Secara logis kok sulit diterima akal sehat dan rasa keadilan masyarakat," kata Retno.

‎‎Meski UN bukan syarat kelulusan, kecurangan tak hilang karena siswa dan sekolah masih khawatir terhadap nilai untuk pertimbangan seleksi PTN. "‎‎Indeks integritas sekolah tak bisa menjadi acuan penilaian siswa dan sekolah untuk pertimbangan seleksi mahasiswa baru. Karena nilai UN dan indeks integritas dijadikan pertimbangan seleksi masuk perguruan tinggi negeri, maka kecurangan selama UN masih terjadi," ujarnya.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/05/10/404905/Indeks-Kejujuran-Sekolah-Dianggap-Rugikan-Siswa-
Kebijakan Indeks Kejujuran Sekolah Rugikan Siswa, Ini Penyebabnya Menurut FSGI
Retno Listyarti FSGI
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+
close
loading...